Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah. Jumlah pasukan Muslim hanya 313 orang dengan perlengkapan sederhana, sementara Quraisy membawa sekitar 1000 pasukan lengkap. Secara logika, kemenangan hampir mustahil. Namun, Allah menurunkan pertolongan-Nya.
Dalam Al-Qur’an (QS. Ali ‘Imran: 123-125), Allah menegaskan bahwa kemenangan di Badar adalah bukti pertolongan-Nya. Rasulullah ﷺ berdoa dengan penuh kesungguhan, hingga Allah mengirim para malaikat untuk membantu kaum Muslimin.
Perang Badar mengajarkan bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh jumlah atau kekuatan senjata, melainkan keimanan, kesabaran, dan tawakal. Peristiwa ini juga memperkuat posisi umat Islam di Jazirah Arab.