bimo media dakwah

Fathu Makkah, Puncak Kemenangan Tanpa Pertumpahan Darah

Tahun ke-8 H, setelah perjanjian Hudaibiyah dilanggar oleh Quraisy, Rasulullah ﷺ memimpin 10.000 pasukan menuju Makkah. Penduduk Quraisy akhirnya menyerah tanpa perlawanan berarti.

 

Yang menakjubkan, Rasulullah ﷺ tidak melakukan balas dendam meski sebelumnya beliau dan para sahabat disiksa di Makkah. Beliau justru berkata:

“Pergilah kalian, kalian bebas.”

 

Berhala-berhala di sekitar Ka’bah dihancurkan, dan tauhid kembali ditegakkan. Peristiwa Fathu Makkah menjadi bukti keagungan akhlak Nabi, yang mengutamakan kasih sayang dan ampunan dibanding pembalasan. Dari peristiwa ini, Islam semakin berkembang pesat di Jazirah Arab.

Perang Badar, Kemenangan yang Dijanjikan Allah

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah. Jumlah pasukan Muslim hanya 313 orang dengan perlengkapan sederhana, sementara Quraisy membawa sekitar 1000 pasukan lengkap. Secara logika, kemenangan hampir mustahil. Namun, Allah menurunkan pertolongan-Nya.

 

Dalam Al-Qur’an (QS. Ali ‘Imran: 123-125), Allah menegaskan bahwa kemenangan di Badar adalah bukti pertolongan-Nya. Rasulullah ﷺ berdoa dengan penuh kesungguhan, hingga Allah mengirim para malaikat untuk membantu kaum Muslimin.

 

Perang Badar mengajarkan bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh jumlah atau kekuatan senjata, melainkan keimanan, kesabaran, dan tawakal. Peristiwa ini juga memperkuat posisi umat Islam di Jazirah Arab.

Hijrah Rasulullah ﷺ ke Madinah

Hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M adalah peristiwa monumental dalam sejarah Islam. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan strategi dakwah yang penuh makna. Di Makkah, dakwah Islam menghadapi tekanan, boikot, bahkan penyiksaan terhadap kaum Muslimin. Karena itu, Allah memerintahkan Nabi dan para sahabat untuk berhijrah ke Yatsrib (Madinah).

Di Madinah, Rasulullah ﷺ membangun masyarakat Islam yang kokoh dengan tiga pilar utama: persaudaraan (ukhuwah) antara Muhajirin dan Anshar, piagam Madinah sebagai dasar hukum dan pemerintahan, serta masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial.

Hijrah menjadi tonggak dimulainya kalender Hijriyah dan simbol perjuangan, pengorbanan, serta kesabaran dalam menegakkan agama Allah.